JUMAT , 13 DESEMBER 2019

Polres Sorong Amankan Unras Damai Yang Mengatasnamakan Gerakan Mahasiswa Dan Mase Serta Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Malamoi

By: Redaktur Tribrata Papua Barat
Selasa , 13 Agustus 2019 09:21

Tribratanewspapuabarat.com-Kepolisian resor sorong, Jumat (09/08/2019) pukul 09.15 Wit bertempat di gerbang alun-alun aimas jalan sorong klamono KM 19 kelurahan Malagusa Distrik Aimas kabupaten Sorong provinsi Papua Barat, Personil Polres Sorong melakuka pengamanan kegiatan aksi demo damai oleh masyarakat yang mengatasnamakan dirinya Gerakan Mahasiswa dan Masyatakat ( GEMPAR ) dan Aliansi masyarakat Adat Malamoi, dalam rangka memperingati hari Masyarakat Adat internasional (Ingenous Peoples) dengan koordinator Pilemon Ulimpa dan diikuti -+30 orang Massa

IMG-20190813-WA0034

Koordinator aksi demo damai Pilemon Ulimpa (Koordinator umum), Ronal Yable (Wakil Koordinator ), Samuel Moifilit (Sekertaris Koordinator), Alforina Reba (Moderator), Beni Klasibin (Negoisasi Massa)

Adapun Alat peraga sebagai berikut 1 (satu) mobil komando, genset, mike dan spiker, 1(satu) buah Spanduk yang bertuliskan “Solidaritas peduli masyarakat Adat Moi se-Sorong Raya Tema” Papua bukan tanah kosong Sub tema ” Hutan adat bukan hutan negara Tutup mata lawan balik, serta 13 (tiga belas) Buah panflet yang bertuliskan sebagai berikut

IMG-20190813-WA0035

1. “Hutan kita masa depan kita”
2. “Penyerobotan tanah wilayah masyarakat adat yang masi untuk investasi”
3. “Hutan adat bukan hutan Negara”
4. “Sa pu marga bukan untuk AU, AD, dan AL”
5. “Papua bukan tanah kosong”
6. “Masuknya transmigrasi non papua yang tinggi terancamnya pangan lokal mematikan pedagang lokal”
7. “Jika negara tidak mengakui kami maka kami tidak mengakui negara”
8. “Tanah kita masa depan kita”
9. “Stop rampas tanah adat untuk kepentingan pribadi”
10. “Kami tegaskan nasib kami bukan ditentukan dari kelapa Sawit tapi oleh tuhan”
11. “Tuhan dan alam telah membesarkan kami”
12. “Kelapa sawit bukan solusi bagi kami tuhanlah yang menjadi penentu untuk kami orang Papua”
13. “Kek merampas wilayah adat moi dan kek bukan untuk kita”

IMG-20190813-WA0038

Orasi aksi demo damai oleh Pilemon Ulimpa selaku koordinator aksi demo damai menyampaikan bahwa pada hari ini merupakan hari adat sedunia, untuk itu kami selaku masyarakat adat berhak untuk menyampaikan aspirasi kami sebagai pemilik hak ulayat tanah yang ada di kota dan kabupaten sorong. Kami dari masyarakat adat meminta kepada bupati kabupaten sorong untuk mencabut investasi kelapa sawit dari kabupaten sorong karena tidak menguntungkan masyarakat adat selaku pemilik tanah adat

Suku Moi sudah terlalu banyak memberikan namun apa yang didapatkan, kami menjadi sengsara diatas tanah kami sendiri, melalui hari adat sedunia mari kita suarakan penentuan nasib sendiri diatas tanah kita sendiri, jangan kita takut kabupaten sorong merupakan tanah milik suku Moi

IMG-20190813-WA0027

Kepada seluruh masyarakat adat mulai dari kota sampai kabupaten sorong mari kita pertahankan tanah moyang kita, saya mengajak untuk mari kita menjadi tuan di negeri kita sendiri. Mulai dari tahun 2006 perusahaan kelapa sawit inti persada mulai masuk di wilayah Moi Segen tapi kenyataannya sampai dengan saat ini apa yang dirasakan oleh masyarakat Moi Segen yang telah memberikan tanah adat mereka, mereka sengsara, kita lihat sendiri saudara-saudara kita yang ada disana justru lebih sengsara, ucapnya

Aksi mimbar bebas yang dilakukan oleh Aman (aliansi masyarakat adat nusantara) dan kelompok masyarakat lainnya dalam rangka memperingati Hari Masyarakat Pribumi Internasional, kurang mendapat simpati dan respon dari masyarakat, khususnya putra daerah, karena dari surat yang diajukan oleh penyelenggara yang semestinya hadir berjumlah 100 (seratus) orang, namun dalam pelaksanaan yang hadir hanya sekitar 30 (tiga puluh) orang

Selama kegiatan unjuk rasa damai berlangsung situasi dalam keadaan aman, tertib dan kondusif

Humas Polres Sorong


Komentar

Create Account



Log In Your Account